Rabu, 30 November 2011

Fakta dan Video Letusan Gunung Merapi


Status terakhir Gunung Merapi telah menampakkan indikasi erupsi. Sore tadi, gunung Merapi keluarkan wedhus gembel alias awan panas. Gunung Merapi Akhirnya Meletus Mbah Marijan Terjebak Awan Panas Status Terkini Merapi.

Menurut Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Surono awan panas atau yang lebih dikenal warga sekitar sebagai wedhus gembel sudah terlihat sejak sore.

"Sifat letusan eksplosif diikuti suara dentuman. Arah letusan sesuai prediksi kita Barat-Barat Daya-Selatan-Tenggara," ujar staf khusus Presiden Bidang Bencana, Andi Arief dalam akun twitternya malam ini.

Berikut ini kronologis terjadinya letusan Gunung Merapi Oktober 2010.

Menurut laporan Surono telah terjadi erupsi gunung Merapi mulai pukul 17.02 WIB berupa awan panas selama 9 menit.

Pukul 17.18, awan panas selama 4 menit.
Pukul 17.23, selama 5 menit
Pukul 17.30, selama 2 menit
Pukul 17:37, selama 2 menit
Pukul 17.42, selama 33 menit
Pukul 18.16, selama 5 menit
Pukul 18.21, selama 33 menit

Menurut Andi, data seismik gunung Merapi hingga pukul 17.00 WIB menunjukkan terjadi gempa guguran 317 kali, gempa multi phase 371 kali, gempa vulkanik 227 kali dan gempa tektonik 3 kali.

Berdasarkan informasi yang dirangkum Pusat Vulkanologi selama tiga hari menunjukkan data kegempaan cenderung terus meningkat.

Tercatat pada tanggal 23 Oktober 2010 terjadi 80 kali gempa vulkanik, 525 MP, 1 kali LF, dan 183 guguran.

Tanggal 24 Oktober 2010 tercatat 80 kali terjadi gempa vulkanik, 588 MP, 3 LF dan 194 guguran.

Pada tanggal 25 Oktober 2010 hingga pukul 24:00 WIB tercatat terjadi peningkatan gempa vulkanik menjadi 222 kali, 624 MP, 0 LF dan 454 kali guguran. Frekuensi terdengar suara guguran juga semakin tinggi.

“Dalam satu hari terdengar hingga mencapai 50 kali dengan arah guguran lebih menyebar dari sebelumnya”, ujar Surono. Lihat video Gunung Merapi meletus dahsyat 26 Oktober 2010 mengeluarkan awan panas dan lava pijar (youtube).

***

Menyusul adanya dua korban terkena awan panas, otoritas berwenang dalam mitigasi bencana akan melakukan upaya paksa mengungsikan warga dari daerah bahaya.

"Kami akan lakukan upaya paksa, siapa pun harus patuh," kata Andi.

Kawasan dalam radius empat kilometer dari puncak Merapi harus sudah steril, kata Andi Arief. Kemudian radius 4 kilometer sampai 7 kilometer diminta mengungsi ke posko pengungsian. vivanews.com

Berikut ini video detik demi detik Gunung Merapi Meletus di Sleman Yogya 26 Oktober 2010 dari Youtube. Video kronologis letusan Gunung Merapi 2010 sangat dahsyat mengeluarkan suara dentuman menggelegar


Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat letusan Gunung Merapi tahun 2010 lebih dahsyat, dibandingkan kejadian serupa tahun 1872. Malah letusan 2010, mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah Gunung teraktif di dunia.

Dr. Sutopo Purwo Nugroho, Direktur Pengurangan Resiko Bencana BNPB mengatakan Letusan Merapi 2010, mencatat sejarah baru dalam data letusan sebelumnya. Hal itu nampak dari banyaknya jumlah material vulkanik yang dimuntahkan. Semestinya Gunung Merapi meraih rekor Muri.

Diungkapkan, dahsyatnya dari sisi material atau magma, yang ditumpahkan dari perut Merapi lebih dari 140 juta meter kubik. Tahun 1871, hanya 100 juta meter kubik. Bandingkan dengan letusan tahun 2006, hanya 14 juta meter kubik.

Menurut Sutopo, lama letusan tahun 1872 hanya 120 jam, sementara tahun 2010 sudah mencapai 2 minggu lebih. Sedangkan luncuran awam panas mencapai 11-12 meter di tahun 1982 namun tahun 2010, jarak luncur awan panas 300 meter hingga 800 meter, serta mengalir di 12 sungai di kaki Merapi.

Dari sisi korban meninggal dunia, tahun 2010 lebih banyak menelan korban mencapai 151 orang tewas dibandingkan tahun 1872. 'Memang ini tak bisa dipakai ukuran karena penduduk saat itu masih sedikit,' kata Supomo.

Dikatakan, hingga kini tidak tahu kapan letupan Merapi akan berakhir. Namun saat ini status Merapi masih awas level 4. Artinya, Merapi masih berbahaya bagi masyarakat. Sehingga untuk kawasan rawan bahaya masih tetap dalam radius 20 km, sebelum ada keputusan lebih lanjut.

Juga secara khusus di sekitar 500 meter di kiri dan kanan di 12 sungai yang ada di kawasan sekitar Gunung Merapi, harus waspada. Mengingat, pantauan kondisi geologis Gunung Merapi oleh NAO AS, Satelit Jepang, dan Australia menyebutkan ada 100 juta meter kubik lahar dingin masih mengantung di Merapi.

'Ini sangat berbahaya jika hujan turun terus menerus yang mengakibatkan lahar dingin akan meluncur dengan cepat. Selain itu, masih terdapat debu vulkanik, lontaran batu pijar, pasir dan awan panas dari perut letusan Gunung Merapi yang muncul setiap saat,' tegasnya.

Sementara itu ditempat terpisah, Kepala bidang Humas BNPB Hartje R. Winerungan menjelaskan untuk korban bencana letusan Gunung Merapi sejak kejadian pertama lalu hingga 9 November 2010 pukul 06.00 WIB, jumlah korban meninggal dunia tercatat bertambah menjadi 168 orang. Adapun korban yang dirawat inap sebanyak 1105 orang dan sudah pulang sebanyak 554 orang. Jumlah keluarga yang melaporkan kehilangan anggotanya sebanyak 218 orang.

BNPB juga mencatat ada 411 korban rawat inap yang masing-masing tersebar di Sleman 147 orang, Klaten 64 orang, Boyolali 66 orang, Magelang 129 orang dan kota Magelang 5 orang.

Sementara untuk jumlah pengungsi totalnya tercatat sebanyak 279.702 orang, masing-masing tersebar di Sleman 65.175, Klaten 58.482,

Boyolali 60.643, Magelang 91.168 dan kota Magelang sebanyak 2.772 orang. Dari sekian puluh tempat pengungsian, Stadion Maguwoharjo adalah tempat mengungsi yang jumlah warganya termasuk paling banyak. BNPB mencatat di ke empat sektor stadion ini ada 21 ribu pengungsi lebih.

Lokasi pengungsian paling banyak warga berkumpul yakni di Kecamatan Mlati ada 10.503 orang, kemudian kecamatan Sleman 7.756 orang dan lainnya tersebar di banyak titik masing-masing kecamatan.

BNPB mengakui sampai saat ini belum bisa mendata kerusakan fisik seperti rumah secara detail. Ini dikarenakan kondisi merapi yang belum menentu masih memberikan banyak kekhawatiran kepada seluruh petugas dan relawan. Sementara kerusakan rumah yang baru tercatat adalah 291 rumah. Jumlah ini belum terklasifikasikan rumah rusak berat, sedang atau ringan.

ntuk korban bencana letusan Gunung Merapi sejak kejadian pertama lalu hingga 9 November 2010 pukul 06.00 WIB, jumlah korban meninggal dunia tercatat bertambah menjadi 168 orang. Adapun korban yang dirawat inap sebanyak 1105 orang dan sudah pulang sebanyak 554 orang. Jumlah keluarga yang melaporkan kehilangan anggotanya sebanyak 218 orang.

BNPB juga mencatat ada 411 korban rawat inap yang masing-masing tersebar di Sleman 147 orang, Klaten 64 orang, Boyolali 66 orang, Magelang 129 orang dan kota Magelang 5 orang.

Sementara untuk jumlah pengungsi totalnya tercatat sebanyak 279.702 orang, masing-masing tersebar di Sleman 65.175, Klaten 58.482,

Boyolali 60.643, Magelang 91.168 dan kota Magelang sebanyak 2.772 orang. Dari sekian puluh tempat pengungsian, Stadion Maguwoharjo adalah tempat mengungsi yang jumlah warganya termasuk paling banyak. BNPB mencatat di ke empat sektor stadion ini ada 21 ribu pengungsi lebih.

Lokasi pengungsian paling banyak warga berkumpul yakni di Kecamatan Mlati ada 10.503 orang, kemudian kecamatan Sleman 7.756 orang dan lainnya tersebar di banyak titik masing-masing kecamatan.

BNPB mengakui sampai saat ini belum bisa mendata kerusakan fisik seperti rumah secara detail. Ini dikarenakan kondisi merapi yang belum menentu masih memberikan banyak kekhawatiran kepada seluruh petugas dan relawan. Sementara kerusakan rumah yang baru tercatat adalah 291 rumah. Jumlah ini belum terklasifikasikan rumah rusak berat, sedang atau ringan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar