Rabu, 30 November 2011

Tujuan dan Sasaran

TUJUAN
Tujuan adalah sesuatu (apa) yang akan dicapai atau dihasilkan dalam jangka waktu satu sampai lima tahun. Tujuan ditetapkan dengan mengacu kepada pernyataan visi dan misi serta didasarkan pada isu-isu analisis strategis. Berdasarkan visi, misi dan kondisi strategis yang ada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Propinsi Kalimantan Selatan menetapakan tujuan sebagai berikut :
a. Meningkatnya kualitas sumber daya manusia.
Tujuan kedua ini terkait dengan  misi kedua, “Pembinaan kompetensi tenaga kerja melalui pembinaan pelatihan dan pengembangan produktivitas.
b. Meningkatnya kesejahteaan masyarakat dengan perluasan lapangan kerja.
Tujuan yang keduaini terkait dengan misi ketiga, “Pembinaan penempatan tenaga kerja untuk perluasan kesempatan kerja sektoral/regional di dalam dan luar negeri dengan memperhatikan pendapatan yang layak”.
c. Meningkatkan perlindungan dan kesejahteraan pekerja
Tujuan keempat terkait dengan misi keempat, “Pembinaan hubungan industrial dan perlindungan, pengawasan serta peningkatan kesejahteraan pekerja”.
d. Peningkatan kualitas transmigran
Tujuan ini terkait dengan misi ke lima “pengendalian pertumbuhan dengan pengembangan kualitas transmigran”
e. Pemberdayaan kawasan transmigrasi sebagai pengembangan tanaman pangan,  tanaman perkebunan dan industri kecil.
Tujuan ini terkait dengan misi ke enam “penciptaan kawasan transmigrasi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi.
f. Pemerataan penduduk dan hasil-hasilnya
Tujuan ini terkait dengan misi  ketujuh “Pengerahan persebaran dan mobilitas penduduk dalam upaya pemerataan dan peningkatan produktivitas”
g. Meningkatkan kemampuan masyarakat dalam pembangunan dalam rangka mewujudkan masyarakat yang mandiri.
Tujuan ini terkait dengan misi kedelapan “memberdayakan transmigran dan penduduk sekitarnya menuju masyarakat mandiri dan sejahtera dalam rangka menunjang pembangunan daerah”.
SASARAN DAN INDIKATOR KINERJA SASARAN
Sasaran adalah hasil yang akan dicapai secara nyata oleh instansi pemerintah dalam rumusan yang lebih spesifik, terukur, dalam kurun waktu yang lebih pendek dari tujuan. Dalam sasaran disertakan pula indikator kinerja sasaran,  yaitu ukuran tingkat keberhasilan pencapaian sasaran untuk diwujudkan pada tahun bersangkutan.
Berdasarkan tujuan yang telah ditetapkan di atas, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Propinsi Kalimantan Selatan menetapkan sasaran dan indikator sasaran sebagai berikut :
Tujuan pertama, “Meningkatkan  kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dengan peningkatan ketrampilan, keahlian dan kompetensi tenaga kerja dan produktivitas mampu menghadapi persaingan yang semakin terbuka ataupun menjadi usahawan mandiri dalam rangka pendayagunaan tenaga kerja secara optimal, efisien dan produktif guna memperluas lapangan kerja dan meningkatkan produktivitas”,. Tujuan pertama ini berkaitan dengan misi ke dua yang mempunyai sasaran dan indikator sasaran sebagai berikut :
No.
Sasaran
Indikator Sasaran
Target
1.
Tersedianya tenaga kerja yang produktif dan berkualitas
Jumlah tenaga kerja yang bersertifikat
2.516 org
2.
Tersedianya lembaga pelatihan swasta yang berkualitas
Jumlah instruktur yang bersertifikat
32 org
Tujuan kedua, “ untuk mendorong kesempatan kerja produktif serta mobilitas tenaga kerja dalam rangka mengurangi penganggur dan setengah penganggur baik dipedesaan maupun diperkotaan serta memenuhi kebutuhan pasar kerja internasional”. Tujuan ke dua ini berkaitan dengan misi ke tiga,  mempunyai sasaran sebagai berikut :
No.
Sasaran
Indikator Sasaran
Target
1.
Terbukanya lapangan kerja baru
Jumlah penyerapan tenaga kerja dalam negeri
380 orang
2.
Tersedianya sistem informasi dan bursa kerja terpadu di kab/kota
Jumlah lowongan kerja
730
orang
Tujuan Ketiga, “ Terciptanya suasana hubungan kerja yang harmonis antara pekerja dan pemberi kerja”. Tujuan ketiga ini berkaitan dengan misi ke empat  dengan  sasaran dan indikator sasaran sebagai sebagai berikut :
No.
Sasaran
Indikator Sasaran
Target
1.
Terciptanya hubungan industrial yang harmonis antara pekerja dan pengusaha
· Jumlah pelaku hubungan industrial yang ikut sosialisasi
· Persentase peningkatan UMP
435 orang
10%
2.
Terciptanya lingkungan kerja yang aman dan tidak adanya pelanggaran norma kerja
· Jumlah tenaga kerja yang ikut sosialisasi
· Jumlah perusahaan yang melaksanakan K3 dan Norma kerja
860 orang
469 psh
Tujuan keempat, “ Untuk mendorong percepatan pembangunan kawasan-kawasan yang berpotensi sebagai pusat-pusat pertumbuhan di luar Jawa, agar dapat mengoptimalkan pengembangan potensi sumber daya alamnya untuk mendukung upaya meningkatkan daya saing kawasan dan produk-produk unggulannya di pasar domestic dan internasional, sehingga dapat mempercepat pembangunan ekonomi wilayah, yang pada akhirnya diharapkan pula dapat mendorong dan mendukung kegiatan ekonomi di wilayah-wilayah tertinggal dalam suatu sistem wilayah pengembangan ekonomi”. Tujuan keempat ini berkaitan dengan misi kelima dengan ke enam yang   mempunyai sasaran dan indikator sasaran sebagai berikut :
No.
Sasaran
Indikator Sasaran
Target
1.
Terciptanya kondisi transmigran yang sejahtera
Jumlah transmigran yang diakhiri status pembinaannya
250 KK
Tujuan kelima, “ Untuk mendorong dan meningkatkan efisiensi dan efektivitas penyediaan pelayanan umum, terutama untuk wilayah –wilayah yang dihuni komunitas adat terpencil.
Tujuan kelima ini berkaitan dengan misi kelima dengan ke enam yang   mempunyai sasaran dan indikator sasaran sebagai berikut:
No.
Sasaran
Indikator Sasaran
Target
1.
Tersedianya unit pemukiman baru
Jumlah transmigran yang ditempatkan
673 orang

Tujuan dan Sasaran
TUJUAN
Tujuan adalah sesuatu (apa) yang akan dicapai atau dihasilkan dalam jangka waktu satu sampai lima tahun. Tujuan ditetapkan dengan mengacu kepada pernyataan visi dan misi serta didasarkan pada isu-isu analisis strategis. Berdasarkan visi, misi dan kondisi strategis yang ada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Propinsi Kalimantan Selatan menetapakan tujuan sebagai berikut :
a. Meningkatnya kualitas sumber daya manusia.
Tujuan kedua ini terkait dengan  misi kedua, “Pembinaan kompetensi tenaga kerja melalui pembinaan pelatihan dan pengembangan produktivitas.
b. Meningkatnya kesejahteaan masyarakat dengan perluasan lapangan kerja.
Tujuan yang keduaini terkait dengan misi ketiga, “Pembinaan penempatan tenaga kerja untuk perluasan kesempatan kerja sektoral/regional di dalam dan luar negeri dengan memperhatikan pendapatan yang layak”.
c. Meningkatkan perlindungan dan kesejahteraan pekerja
Tujuan keempat terkait dengan misi keempat, “Pembinaan hubungan industrial dan perlindungan, pengawasan serta peningkatan kesejahteraan pekerja”.
d. Peningkatan kualitas transmigran
Tujuan ini terkait dengan misi ke lima “pengendalian pertumbuhan dengan pengembangan kualitas transmigran”
e. Pemberdayaan kawasan transmigrasi sebagai pengembangan tanaman pangan,  tanaman perkebunan dan industri kecil.
Tujuan ini terkait dengan misi ke enam “penciptaan kawasan transmigrasi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi.
f. Pemerataan penduduk dan hasil-hasilnya
Tujuan ini terkait dengan misi  ketujuh “Pengerahan persebaran dan mobilitas penduduk dalam upaya pemerataan dan peningkatan produktivitas”
g. Meningkatkan kemampuan masyarakat dalam pembangunan dalam rangka mewujudkan masyarakat yang mandiri.
Tujuan ini terkait dengan misi kedelapan “memberdayakan transmigran dan penduduk sekitarnya menuju masyarakat mandiri dan sejahtera dalam rangka menunjang pembangunan daerah”.
E. SASARAN DAN INDIKATOR KINERJA SASARAN
Sasaran adalah hasil yang akan dicapai secara nyata oleh instansi pemerintah dalam rumusan yang lebih spesifik, terukur, dalam kurun waktu yang lebih pendek dari tujuan. Dalam sasaran disertakan pula indikator kinerja sasaran,  yaitu ukuran tingkat keberhasilan pencapaian sasaran untuk diwujudkan pada tahun bersangkutan.
Berdasarkan tujuan yang telah ditetapkan di atas, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Propinsi Kalimantan Selatan menetapkan sasaran dan indikator sasaran sebagai berikut :
Tujuan pertama, “Meningkatkan  kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dengan peningkatan ketrampilan, keahlian dan kompetensi tenaga kerja dan produktivitas mampu menghadapi persaingan yang semakin terbuka ataupun menjadi usahawan mandiri dalam rangka pendayagunaan tenaga kerja secara optimal, efisien dan produktif guna memperluas lapangan kerja dan meningkatkan produktivitas”,. Tujuan pertama ini berkaitan dengan misi ke dua yang mempunyai sasaran dan indikator sasaran sebagai berikut :
No.
Sasaran
Indikator Sasaran
Target
1.
Tersedianya tenaga kerja yang produktif dan berkualitas
Jumlah tenaga kerja yang bersertifikat
2.516 org
2.
Tersedianya lembaga pelatihan swasta yang berkualitas
Jumlah instruktur yang bersertifikat
32 org
Tujuan kedua, “ untuk mendorong kesempatan kerja produktif serta mobilitas tenaga kerja dalam rangka mengurangi penganggur dan setengah penganggur baik dipedesaan maupun diperkotaan serta memenuhi kebutuhan pasar kerja internasional”. Tujuan ke dua ini berkaitan dengan misi ke tiga,  mempunyai sasaran sebagai berikut :
No.
Sasaran
Indikator Sasaran
Target
1.
Terbukanya lapangan kerja baru
Jumlah penyerapan tenaga kerja dalam negeri
380 orang
2.
Tersedianya sistem informasi dan bursa kerja terpadu di kab/kota
Jumlah lowongan kerja
730
orang
Tujuan Ketiga, “ Terciptanya suasana hubungan kerja yang harmonis antara pekerja dan pemberi kerja”. Tujuan ketiga ini berkaitan dengan misi ke empat  dengan  sasaran dan indikator sasaran sebagai sebagai berikut :
No.
Sasaran
Indikator Sasaran
Target
1.
Terciptanya hubungan industrial yang harmonis antara pekerja dan pengusaha
· Jumlah pelaku hubungan industrial yang ikut sosialisasi
· Persentase peningkatan UMP
435 orang
10%
2.
Terciptanya lingkungan kerja yang aman dan tidak adanya pelanggaran norma kerja
· Jumlah tenaga kerja yang ikut sosialisasi
· Jumlah perusahaan yang melaksanakan K3 dan Norma kerja
860 orang
469 psh
Tujuan keempat, “ Untuk mendorong percepatan pembangunan kawasan-kawasan yang berpotensi sebagai pusat-pusat pertumbuhan di luar Jawa, agar dapat mengoptimalkan pengembangan potensi sumber daya alamnya untuk mendukung upaya meningkatkan daya saing kawasan dan produk-produk unggulannya di pasar domestic dan internasional, sehingga dapat mempercepat pembangunan ekonomi wilayah, yang pada akhirnya diharapkan pula dapat mendorong dan mendukung kegiatan ekonomi di wilayah-wilayah tertinggal dalam suatu sistem wilayah pengembangan ekonomi”. Tujuan keempat ini berkaitan dengan misi kelima dengan ke enam yang   mempunyai sasaran dan indikator sasaran sebagai berikut :
No.
Sasaran
Indikator Sasaran
Target
1.
Terciptanya kondisi transmigran yang sejahtera
Jumlah transmigran yang diakhiri status pembinaannya
250 KK
Tujuan kelima, “ Untuk mendorong dan meningkatkan efisiensi dan efektivitas penyediaan pelayanan umum, terutama untuk wilayah –wilayah yang dihuni komunitas adat terpencil.
Tujuan kelima ini berkaitan dengan misi kelima dengan ke enam yang   mempunyai sasaran dan indikator sasaran sebagai berikut:
No.
Sasaran
Indikator Sasaran
Target
1.
Tersedianya unit pemukiman baru
Jumlah transmigran yang ditempatkan
673 orang
 



Fakta dan Video Letusan Gunung Merapi


Status terakhir Gunung Merapi telah menampakkan indikasi erupsi. Sore tadi, gunung Merapi keluarkan wedhus gembel alias awan panas. Gunung Merapi Akhirnya Meletus Mbah Marijan Terjebak Awan Panas Status Terkini Merapi.

Menurut Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Surono awan panas atau yang lebih dikenal warga sekitar sebagai wedhus gembel sudah terlihat sejak sore.

"Sifat letusan eksplosif diikuti suara dentuman. Arah letusan sesuai prediksi kita Barat-Barat Daya-Selatan-Tenggara," ujar staf khusus Presiden Bidang Bencana, Andi Arief dalam akun twitternya malam ini.

Berikut ini kronologis terjadinya letusan Gunung Merapi Oktober 2010.

Menurut laporan Surono telah terjadi erupsi gunung Merapi mulai pukul 17.02 WIB berupa awan panas selama 9 menit.

Pukul 17.18, awan panas selama 4 menit.
Pukul 17.23, selama 5 menit
Pukul 17.30, selama 2 menit
Pukul 17:37, selama 2 menit
Pukul 17.42, selama 33 menit
Pukul 18.16, selama 5 menit
Pukul 18.21, selama 33 menit

Menurut Andi, data seismik gunung Merapi hingga pukul 17.00 WIB menunjukkan terjadi gempa guguran 317 kali, gempa multi phase 371 kali, gempa vulkanik 227 kali dan gempa tektonik 3 kali.

Berdasarkan informasi yang dirangkum Pusat Vulkanologi selama tiga hari menunjukkan data kegempaan cenderung terus meningkat.

Tercatat pada tanggal 23 Oktober 2010 terjadi 80 kali gempa vulkanik, 525 MP, 1 kali LF, dan 183 guguran.

Tanggal 24 Oktober 2010 tercatat 80 kali terjadi gempa vulkanik, 588 MP, 3 LF dan 194 guguran.

Pada tanggal 25 Oktober 2010 hingga pukul 24:00 WIB tercatat terjadi peningkatan gempa vulkanik menjadi 222 kali, 624 MP, 0 LF dan 454 kali guguran. Frekuensi terdengar suara guguran juga semakin tinggi.

“Dalam satu hari terdengar hingga mencapai 50 kali dengan arah guguran lebih menyebar dari sebelumnya”, ujar Surono. Lihat video Gunung Merapi meletus dahsyat 26 Oktober 2010 mengeluarkan awan panas dan lava pijar (youtube).

***

Menyusul adanya dua korban terkena awan panas, otoritas berwenang dalam mitigasi bencana akan melakukan upaya paksa mengungsikan warga dari daerah bahaya.

"Kami akan lakukan upaya paksa, siapa pun harus patuh," kata Andi.

Kawasan dalam radius empat kilometer dari puncak Merapi harus sudah steril, kata Andi Arief. Kemudian radius 4 kilometer sampai 7 kilometer diminta mengungsi ke posko pengungsian. vivanews.com

Berikut ini video detik demi detik Gunung Merapi Meletus di Sleman Yogya 26 Oktober 2010 dari Youtube. Video kronologis letusan Gunung Merapi 2010 sangat dahsyat mengeluarkan suara dentuman menggelegar


Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat letusan Gunung Merapi tahun 2010 lebih dahsyat, dibandingkan kejadian serupa tahun 1872. Malah letusan 2010, mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah Gunung teraktif di dunia.

Dr. Sutopo Purwo Nugroho, Direktur Pengurangan Resiko Bencana BNPB mengatakan Letusan Merapi 2010, mencatat sejarah baru dalam data letusan sebelumnya. Hal itu nampak dari banyaknya jumlah material vulkanik yang dimuntahkan. Semestinya Gunung Merapi meraih rekor Muri.

Diungkapkan, dahsyatnya dari sisi material atau magma, yang ditumpahkan dari perut Merapi lebih dari 140 juta meter kubik. Tahun 1871, hanya 100 juta meter kubik. Bandingkan dengan letusan tahun 2006, hanya 14 juta meter kubik.

Menurut Sutopo, lama letusan tahun 1872 hanya 120 jam, sementara tahun 2010 sudah mencapai 2 minggu lebih. Sedangkan luncuran awam panas mencapai 11-12 meter di tahun 1982 namun tahun 2010, jarak luncur awan panas 300 meter hingga 800 meter, serta mengalir di 12 sungai di kaki Merapi.

Dari sisi korban meninggal dunia, tahun 2010 lebih banyak menelan korban mencapai 151 orang tewas dibandingkan tahun 1872. 'Memang ini tak bisa dipakai ukuran karena penduduk saat itu masih sedikit,' kata Supomo.

Dikatakan, hingga kini tidak tahu kapan letupan Merapi akan berakhir. Namun saat ini status Merapi masih awas level 4. Artinya, Merapi masih berbahaya bagi masyarakat. Sehingga untuk kawasan rawan bahaya masih tetap dalam radius 20 km, sebelum ada keputusan lebih lanjut.

Juga secara khusus di sekitar 500 meter di kiri dan kanan di 12 sungai yang ada di kawasan sekitar Gunung Merapi, harus waspada. Mengingat, pantauan kondisi geologis Gunung Merapi oleh NAO AS, Satelit Jepang, dan Australia menyebutkan ada 100 juta meter kubik lahar dingin masih mengantung di Merapi.

'Ini sangat berbahaya jika hujan turun terus menerus yang mengakibatkan lahar dingin akan meluncur dengan cepat. Selain itu, masih terdapat debu vulkanik, lontaran batu pijar, pasir dan awan panas dari perut letusan Gunung Merapi yang muncul setiap saat,' tegasnya.

Sementara itu ditempat terpisah, Kepala bidang Humas BNPB Hartje R. Winerungan menjelaskan untuk korban bencana letusan Gunung Merapi sejak kejadian pertama lalu hingga 9 November 2010 pukul 06.00 WIB, jumlah korban meninggal dunia tercatat bertambah menjadi 168 orang. Adapun korban yang dirawat inap sebanyak 1105 orang dan sudah pulang sebanyak 554 orang. Jumlah keluarga yang melaporkan kehilangan anggotanya sebanyak 218 orang.

BNPB juga mencatat ada 411 korban rawat inap yang masing-masing tersebar di Sleman 147 orang, Klaten 64 orang, Boyolali 66 orang, Magelang 129 orang dan kota Magelang 5 orang.

Sementara untuk jumlah pengungsi totalnya tercatat sebanyak 279.702 orang, masing-masing tersebar di Sleman 65.175, Klaten 58.482,

Boyolali 60.643, Magelang 91.168 dan kota Magelang sebanyak 2.772 orang. Dari sekian puluh tempat pengungsian, Stadion Maguwoharjo adalah tempat mengungsi yang jumlah warganya termasuk paling banyak. BNPB mencatat di ke empat sektor stadion ini ada 21 ribu pengungsi lebih.

Lokasi pengungsian paling banyak warga berkumpul yakni di Kecamatan Mlati ada 10.503 orang, kemudian kecamatan Sleman 7.756 orang dan lainnya tersebar di banyak titik masing-masing kecamatan.

BNPB mengakui sampai saat ini belum bisa mendata kerusakan fisik seperti rumah secara detail. Ini dikarenakan kondisi merapi yang belum menentu masih memberikan banyak kekhawatiran kepada seluruh petugas dan relawan. Sementara kerusakan rumah yang baru tercatat adalah 291 rumah. Jumlah ini belum terklasifikasikan rumah rusak berat, sedang atau ringan.

ntuk korban bencana letusan Gunung Merapi sejak kejadian pertama lalu hingga 9 November 2010 pukul 06.00 WIB, jumlah korban meninggal dunia tercatat bertambah menjadi 168 orang. Adapun korban yang dirawat inap sebanyak 1105 orang dan sudah pulang sebanyak 554 orang. Jumlah keluarga yang melaporkan kehilangan anggotanya sebanyak 218 orang.

BNPB juga mencatat ada 411 korban rawat inap yang masing-masing tersebar di Sleman 147 orang, Klaten 64 orang, Boyolali 66 orang, Magelang 129 orang dan kota Magelang 5 orang.

Sementara untuk jumlah pengungsi totalnya tercatat sebanyak 279.702 orang, masing-masing tersebar di Sleman 65.175, Klaten 58.482,

Boyolali 60.643, Magelang 91.168 dan kota Magelang sebanyak 2.772 orang. Dari sekian puluh tempat pengungsian, Stadion Maguwoharjo adalah tempat mengungsi yang jumlah warganya termasuk paling banyak. BNPB mencatat di ke empat sektor stadion ini ada 21 ribu pengungsi lebih.

Lokasi pengungsian paling banyak warga berkumpul yakni di Kecamatan Mlati ada 10.503 orang, kemudian kecamatan Sleman 7.756 orang dan lainnya tersebar di banyak titik masing-masing kecamatan.

BNPB mengakui sampai saat ini belum bisa mendata kerusakan fisik seperti rumah secara detail. Ini dikarenakan kondisi merapi yang belum menentu masih memberikan banyak kekhawatiran kepada seluruh petugas dan relawan. Sementara kerusakan rumah yang baru tercatat adalah 291 rumah. Jumlah ini belum terklasifikasikan rumah rusak berat, sedang atau ringan.

Artikel Tentang Gunung Meletus

Gunung meletus merupakan peristiwa yang terjadi akibat endapan magma di dalam perut bumi yang didorong keluar oleh gas yang bertekanan tinggi.
Magma adalah cairan pijar yang terdapat di dalam lapisan bumi dengan suhu yang sangat tinggi, yakni diperkirakan lebih dari 1.000 °C. Cairan magma yang keluar dari dalam bumi disebut lava. Suhu lava yang dikeluarkan bisa mencapai 700-1.200 °C. Letusan gunung berapi yang membawa batu dan abu dapat menyembur sampai sejauh radius 18 km atau lebih, sedangkan lavanya bisa membanjiri sampai sejauh radius 90 km.
Tidak semua gunung berapi sering meletus. Gunung berapi yang sering meletus disebut gunung berapi aktif.
Berbagai Tipe Gunung Berapi
1.    Gunung berapi kerucut atau gunung berapi strato (strato vulcano)
2.    Gunung berapi perisai (shield volcano)
3.    Gunung berapi maar
Ciri-ciri gunung berapi akan meletus
Gunung berapi yang akan meletus dapat diketahui melalui beberapa tanda, antara lain
§  Suhu di sekitar gunung naik.
§  Mata air menjadi kering
§  Sering mengeluarkan suara gemuruh, kadang disertai getaran (gempa)
§  Tumbuhan di sekitar gunung layu
§  Binatang di sekitar gunung bermigrasi
Hasil letusan gunung berapi
Berikut adalah hasil dari letusan gunung berapi, antara lain :
Gas yang dikeluarkan gunung berapi pada saat meletus. Gas tersebut antara lain Karbon monoksida (CO), Karbon dioksida (CO2), Hidrogen Sulfida (H2S), Sulfur dioksida (S02), dan Nitrogen (NO2) yang dapat membahayakan manusia.
Lava dan aliran pasir serta batu panas
Lava adalah cairan magma dengan suhu tinggi yang mengalir dari dalam Bumi ke permukaan melalui kawah. Lava encer akan mengalir mengikuti aliran sungai sedangkan lava kental akan membeku dekat dengan sumbernya. Lava yang membeku akan membentuk bermacam-macam batuan.
Lahar adalah lava yang telah bercampur dengan batuan, air, dan material lainnya. Lahar sangat berbahaya bagi penduduk di lereng gunung berapi.
Hujan Abu
Yakni material yang sangat halus yang disemburkan ke udara saat terjadi letusan. Karena sangat halus, abu letusan dapat terbawa angin dan dirasakan sampai ratusan kilometer jauhnya. Abu letusan ini bisa menganggu pernapasan.
Awan panas
Yakni hasil letusan yang mengalir bergulung seperti awan. Di dalam gulungan ini terdapat batuan pijar yang panas dan material vulkanik padat dengan suhu lebih besar dari 600 °C. Awan panas dapat mengakibatkan luka bakar pada tubuh yang terbuka seperti kepala, lengan, leher atau kaki dan juga dapat menyebabkan sesak napas.

 

Vulkanologi


Vulkanologi merupakan studi tentang gunung berapi, lava, magma, dan fenomena geologi yang berhubungan. Seorang ahli vulkanologi adalah orang yang melakukan studi pada bidang ini. Istilah vulkanologi berasal dari Bahasa Latin Vulcan, dewa api Romawi.
Para ahli vulkanologi sering mengunjungi gunung berapi, terutama yang masih aktif, untuk mengamati letusan gunung berapi, mengumpulkan produk letusan termasuk contoh tephra (seperti abu, ash atau batu apung, pumice), batuan, dan lava. Tujuan utama dari penyelidikan adalah perkiraan letusan; pada saat ini belum ada cara yang akurat untuk melakukan hal ini, tetapi memperkirakan letusan, seperti halnya memperkirakan gempa bumi, dapat menyelamatkan banyak jiwa. Seorang ahli vulkanologi mempelajari pembentukan gunung berapi dan letusannya saat ini serta sejarah letusannya.


http://bits.wikimedia.org/skins-1.18/common/images/magnify-clip.png
Daftar gunung berapi di Indonesia :

§  Agung
§  Arjuno
§  Batur
§  Bromo
§  Ciremai
§  Gede
§  Guntur
§  Ibu
§  Iya
§  Kelud
§  Kerinci
§  Lawu
§  Leuser
§  Lokon
§  Lurus
§  Merapi
§  Merbabu
§  Raung
§  Rinjani
§  Sago
§  Salak
§  Semeru
§  Sibayak
§  Sirung
§  Soputan
§  Talamau
§  Talang
§  Tambora